Indonesia dalam ASEAN Economic Community (AEC) 2015

Hello, ASEAN Economic Community (AEC) 2015! It’s Indonesia. How do ye? *LOL 😀

asean

ASEAN- source: google images

    Sebelum membahas mengenai Indonesia di dalam AEC 2015, yup!! alangkah baiknya bila kita mengetahui apa itu AEC 2015?..

   Sejak awal pembentukannya, ASEAN secara intensif menyepakati berbagai kesepakatan dalam bidang ekonomi. Diawali dengan kesepakatan Preferential Tariff Arrangement (PTA) pada tahun 1977. Kesepakatan yang cukup menonjol dan menjadi cikal bakal visi pembentukan ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015 adalah disepakatinya Common Effective Preferential TariffASEAN Free Trade Area (CEPT-AFTA) pada tahun 1992 dengan target implementasi semula tahun 2008, kemudian dipercepat menjadi tahun 2003 dan 2002 untuk ASEAN-6. [1]

   Pada tahun 2003, pemimpin-pemimpin dari negara yang menjadi anggota ASEAN (Association of South East Asian Nations) mencapai kesepakatan untuk membentuk sebuah komunitas yang disebut AEC (ASEAN Economic Community) yang juga biasa disebut “Masyarakat Ekonomi ASEAN”. Pada tahun 2007, mereka memastikan komitmen mereka tersebut dengan memutuskan untuk mempercepat penciptaan AEC pada tahun 2015. Alasan yang melatar belakangi pembentukan AEC ini adalah untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang setara antara anggota ASEAN dan untuk membuat ASEAN menjadi sebuah kawasan ekonomi yang akan sepenuhnya terintegrasi kedalam ekonomi global.

   AEC (ASEAN Economic Community) merupakan sebuah usaha integrasi kawasan melalui ekonomi untuk menciptakan pasar tunggal yang berkaitan dengan perdagangan meliputi barang dan jasa secara bebas, termasuk manusia sepenuhnya bebas bergerak dan setiap Negara anggota ASEAN bebas untuk mengekspor barang dan jasa serta modal (investasi) ke Negara-negara anggota ASEAN lainnya. AEC merupakan realisasi dari tujuan akhir dari integrasi ekonomi sebagaimana yang dianut di the Vision tahun 2020, yang didasarkan pada konvergensi kepentingan Negara Anggota ASEAN untuk memperdalam dan memperluas integrasi ekonomi melalui inisiatif yang ada dan baru dengan batas waktu yang jelas.[2]

ASEAN MAP - Source: google images

ASEAN MAP – Source: google images

   Ohh Well, Setelah berbicara mengenai AEC 2015 tentu kita akan berfikir bagaimana dengan keadaan Indonesia yang merupakan salah satu anggota ASEAN. apakah Indonesia siap untuk menyambut kehadiran AEC 2015? Dari sisi potensi ekonomi, Indonesia adalah negara berkembang yang merupakan salah satu kekuatan ekonomi ASEAN Selain itu, potensi tersebut juga didukung oleh faktor sumber daya alam, pertumbuhan konsumsi swasta, dan potensi iklim investasi yang makin berkembang.

   Terciptanya AEC 2015 membuka PELUANG bagi Indonesia yang seharusnya dimanfaatkan untuk mencapai kesejahteraan.Kesediaan Indonesia bersama sama dengan 9 Negara ASEAN lainnya membentuk ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015 tentu saja didasarkan pada keyakinan atas manfaatnya yang secara konseptual akan meningkat kan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kawasan ASEAN. Integrasi ekonomi dalam mewujudkan AEC 2015 melalui pembukaan dan pembentukan pasar yang lebih besar, dorongan peningkatan efisiensi dan daya saing, serta pembukaan peluang penyerapan tenaga kerja di kawasan ASEAN, akan meningkatkan kesejahteraan seluruh negara di kawasan. Peluang lain yang seharusnya dapat dimanfaatkan adalah ASEAN merupakan pasar potensial dunia, negara-negara di kawasan ASEAN dikenal sebagai negara pengekspor, ASEAN merupakan negara tujuan investor, memiliki daya saing, ASEAN memiliki sektor jasa yang terbuka.

  Adapula TANTANGAN yang harus dihadapi oleh indonesia, seperti laju peningkatan ekspor dan impor yang semakin dinamis, laju inflasi yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi makro Indonesia, dampak negatif dari arus modal yang lebih bebas, kesamaan produk, daya saing sektor prioritas integrasi, daya saing SDM, dan kepentingan nasional negara lain, serta kedaulatan negara Indonesia yang semakin sedikit karena bergabung dengan suatu organisasi integrasi kawasan. [3]

   Sesungguhnya dalam implementasi AEC 2015 jika Indonesia mampu memanfaatkannya, perekonomian Indonesia akan mencapai tingkat keberhasilan, dimana Indonesia sebagai bangsa besar yang berpengaruh dan dihormati dunia, khususnya ASEAN, karena mampu memanfaatkan peluang dalam AEC 2015. Artinya, dengan penerapan AEC 2015, terbuka pasar yang lebih luas bagi pengusaha Indonesia.Namun yang dikhawatirkan adalah jika Indonesia tidak mampu bersaing maka Indonesia akan terus menjadi korban liberalisasi pasar. Selain itu, perekonomian Indonesia akan hancur, Indonesia hanya dimanfaatkan sebagai pasar bagi berbagai komoditas barang dan jasa negara-negara ASEAN. Kalau saja pengusaha-pengusaha Indonesia bisa bersaing dengan pengusaha ASEAN, masih ada kemungkinan untuk melakukan ekspansi ke negara lain.

   Sayangnya baru sedikit dari perusahaan Indonesia yang memiliki kemampuan untuk menembus pasar regional dan internasional. Justru yang terjadi sebaliknya. Di pasar dalam negeri sendiri pun produsen nasional kalah bersaing dengan barang dan jasa impor. Hal itu patut disayangkan karena sebelum merambah pasar regional, produsen nasional sebaiknya mendominasi pasar dalam negeri terlebih dahulu. Apalagi mengingat ukuran pasar Indonesia yang begitu besar, setiap produsen nasional memiliki kesempatan untuk mencapai skala ekonomis yang cukup besar sehingga menurunkan ongkos produksi secara signifikan.

AEC - google images

AEC – google images

   Untuk mendukung Indonesia dapat bertahan dalam kerasnya persaingan AEC 2015, pemerintah Indonesia harus segera menyusun langkah strategis yang dapat di implementasikan secara spesifik agar peluang pasar yang terbuka dapat dimanfaatkan secara optimal. Langkah strategis tersebut disusun secara terpadu diantara dua sektor, mulai dari hulu hingga ke hilir dibawah koordinasi suatu Badan Khusus atau Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Langkah-langkah strategis setiap sektor kemudian dijabarkan kedalam tindakan-tindakan yang mengarah pada upaya perbaikan dan pengembangan infrastruktur fisik dan non-fisik di setiap sektor dalam rangka meningkatkan efisiensi dan mendorong kinerja ekspor harus dilakukan secara terkoordinasi dengan seluruh sektor pembina dan pelaku usaha.

   Langkah-langkah strategis setiap sektor kemudian dijabarkan kedalam tindakan-tindakan yang mengarah pada upaya perbaikan dan pengem bangan infrastruktur fisik dan non fisik di setiap sektor dan linie dalam rangka meningkatkan efisiensi dan mendorong kinerja ekspor harus dilakukan secara terkoordinasi dengan seluruh sektor Pembina dan pelaku usaha

Secara garis besar, langkah strategis yang harus dilakukan antara lain adalah melakukan:

Penyesuaian, persiapan dan perbaikan regulasi baik secara kolektif maupun individual (reformasi regulasi);

Peningkatan kualitas sumber daya manusia baik dalam birokrasi maupun dunia usaha ataupun professional;

Penguatan posisi usaha skala menegah, kecil, dan usaha pada umumnya;

Penguatan kemitraan antara publik dan sektor swasta;

Menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mengurangi ekonomi biaya tinggi

Pengembangan sektor-sektor prioritas yang berdampak luas dan komoditi unggulan;

Peningkatan partisipasi institusi pemerintah maupun swasta untuk mengimplementasikan AEC Blueprint

Reformasi kelembagaan dan kepemerintahan. Pada hakekatnya AEC Blue print juga merupakan program reformasi bersama yang dapat dijadikan referensi bagi reformasi di Negara Anggota ASEAN termasuk Indonesia;

Penyediaan kelembagaan dan permodalan yang mudah diakses oleh pelaku usaha dari berbagai skala;

Perbaikan infrastruktur fisik melalui pembangunan atau perbaikan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, jaln tol, pelabuhan, revitalisasi dan restrukturisasi industri, dan lain-lain. [4]

   Namun tidak hanya pemerintah saja yang dapat memberikan peran. Sebagai masyarakat Indonesia, sebenarnya kita juga dapat memberikan kontribusi terhadap bangsa ini agar dapat bersaing dalam AEC 2015. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah menyadari bahwa pendidikan itu merupakan hal yang penting agar tercipta SDM yang berkualitas (memiliki daya saing), selain itu mengikuti pelatihan dalam menciptakan home industry juga sangat berguna, dan yang terpenting adalah menumbuhkan dan meningkatkan jiwa “Entrepreneur” agar kita bisa ikut terlibat dalam persaingan pasar bebas yang semakin kejam.

*Bibliography:

[1] Departemen Perdagangan Republik Indonesia (2008), Jakarta: menuju ASEAN Economic

[2] ASEAN (2008), ASEAN Blue Print, Jakarta: ASEAN Secretariat

[3] KEMENDAG, Menuju ASEAN Economic Community 2015 [http://ditjenkpi.kemendag.go.id/website_kpi/Umum/Setditjen/Buku%20Menuju%20ASEAN%20ECONOMIC%20COMMUNITY%202015.pdf]

[4] ibid

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s